Artikel dan Opini

Penghapusan Perkawinan Anak melalui Pendekatan Partisipasi Anak Muda

Penulis: Fika Febriana (Anggota ARI)

Udara dingin menusuk tulang  dan hamparan kebun teh yang indah adalah hal pertama yang akan ditemui saat pertama kali menginjakan kaki di Desa Neglawagi, Kabupaten Bandung. Keramahan serta kehangatan kemudian ditunjukan masyarakat desa saat menyambut tim dari Save The Children serta YNVAC (Youth  Network Violence Againce Children), yang terdiri dari Aliansi Remaja Independen (ARI), Kompak  Jakarta dan Action! #Breakthechains, Details


Menghapus Stigma Sejak di Sekolah

“Each is right from his own point of view, but it is not impossible that everyone is wrong; hence the need for tolerance. By cultivating in ourselves tolerance of other views, we acquire a truer understanding of our own”- Mahatma Gandhi

Eh, lo nggak usah kemayu dong. Kayak homo aja

Jadi laki tuh yang gentle dong, jangan disenggol sedikit nangis

Usia kamu sudah dewasa, kapan nikah?

Kalau ada laki-laki disini, kenapa harus nyuruh perempuan sih?

Jangan sering bergaul dengan cowok, nanti nggak enak dilihat tetangga, neng.

Details


Alasan Moratorium UN Harus dilakukan dan Kenapa Ditolak ?

Kontributor: Arif Voyager

Sebuah gebrakan dilakukan kembali oleh Mendikbud untuk menutup akhir tahun 2016 ini dengan mengajukan Moratorium Ujian Nasional kepada Presiden Jokowi. Walau sempat menunggu instruksi dari Presien, dimana beberapa waktu lalu moratorium sedang dibahas pada rapat kabinet, nyatanya Moratorium tersebut di tolak. Sebelum kita bahas kenapa moratorium sampai ditolak, berikut komentar netizen di Line Today yang mungkin bisa membuat kita se-indonesia tergugah. Details

muda-bicara
24
Sep

Muda Bicara Pendidikan Indonesia

Berikan aku sepuluh pemuda, maka akan aku guncangkan dunia—Soekarno

Anak muda merupakan agent of change yang akan berkontribusi bagi perkembangan negara. Jiwa semangat masih bergejolak dengan idealisme yang tak mudah goyah, merupakan modal penting untuk dioptimalisasikan. Bentuk gerakan yang menyatukan mereka bisa menjadi jalan menuju peradaban yang lebih baik, itulah tujuan gagasan yang dibentuk oleh Aliansi Remaja Independen melalui salah satu gerakan Muda Bicara Pendidikan. Details

love-shadow
24
Sep

Ada Apa Dengan Kondom?

Pada tanggal 14 September 2016, saya dikejutkan oleh salah satu headline berita di laman situs berita ternama di Indonesia, merdeka.co.id, yang bertuliskan “Malu beli kondom, sejoli ini pakai kantong kresek buat hubungan seks”. Ketika saya membaca lebih lanjut, tersurat bahwa kejadian tersebut melibatkan dua remaja yang berstatus mahasiswa di Vietnam. Kedua remaja tersebut memilih berhubungan seks untuk pertama kalinya dan berkesadaran untuk berhubungan seks dengan aman. Sayangnya kesadaran tersebut tertutup oleh rasa takut akan stigma dari masyarakat dan kurangnya informasi dan edukasi mengenai seksualitas. Tersirat betapa kuatnya stigma dan prejudice masyarakat hingga mempengaruhi mentalitas remaja untuk berfikir sehat. Realita tersebut membuat perasaan saya miris tetapi sekaligus mengingatkan saya akan kondisi di negeri tercinta, Indonesia. Details

bambang
6
Sep

Pengalaman Pertama Gue Bergabung di ARI

Hallo teman muda generasi penerus bangsa. Saya Bambang Abdul Aziz, siang ini saya akan bercerita mengenai Aliansi Remaja Independen atau biasa disingkat ARI. ARI apaan sih? Biasanya ini adalah pertanyaan mendasar dari setiap remaja Indonesia yang baru mendengar ARI. Oke saya jelaskan sepintas ya, ARI atau Aliansi Remaja Independen adalah organisasi remaja usia 10 – 24 tahun yang memiliki fokus dalam advokasi remaja bidang Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR), Pendidikan, dan Ketenagakerjaan. Details

arif-lsm-remaja-organisasi-anak muda-ngo-youth-young people-kesehatan-pendidikan-ketenagakerjaan-jakarta-makassar-kupang-mataram-indonesia
27
Jun

Mengimplementasikan Pendidikan Kesehatan Seksual dan Reproduksi yang Komprehensif

Apa itu Pendidikan Kesehatan Seksual dan Reproduksi?

Kadang-kadang, kita keliru dan percaya bahwa pendidikan seksualitas hanya merujuk pada perilaku seksual (misalnya, hubungan seksual), bukan terhadap pengoptimalan topik yang terdiri seksualitas itu sendiri. Topik dalam Bahasa itu diantaranya termasuk informasi dan kekhawatiran terhadap pantangan, citra tubuh, kontrasepsi, jenis kelamin, pertumbuhan dan perkembangan manusia, reproduksi manusia, kehamilan, hubungan, seks yang lebih aman (pencegahan infeksi menular seksual), sikap dan nilai-nilai seksual, anatomi seksual dan fisiologi, perilaku seksual, kesehatan seksual, orientasi seksual, dan kesenangan seksual. Details

arif-lsm-remaja-organisasi-anak muda-ngo-youth-young people-kesehatan-pendidikan-ketenagakerjaan-jakarta-makassar-kupang-mataram-indonesia
27
Jun

Perlindungan Anak di Sekolah: Hadiah di Atas Kertas

Komitmen besar dari  Indonesia dalam melakukan perlindungan anak di dunia pendidikan dapat dikategorikan sebagai negara yang memiliki komitmen yang tinggi jika ditinjau dari sisi norma. meskipun secara eksplisit tercantum dalam UUD 1945, komitmen tersebut sudah termaktub dalam undang-undang.

Telah jelas bahwa dalam Pasal 31 ayat (1) “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan”. Di pihak lain, konstitusi juga memberikan atensi besar terhadap perlindungan anak dari kekerasan. Pasal 28 B ayat 2 “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”. Details

kekerasan seksual-organisasi-anak muda-yuyun-seksualitas-pendidikan-komperehensif
9
May

Pendidikan Seksualitas Komprehensif dalam Kurikulum Pendidikan Nasional adalah Salah Satu Solusi Mendasar untuk Menghentikan Kekerasan Seksual

Kasus YY, anak perempuan asal Bengkulu berusia 14 tahun, yang meninggal setelah diperkosa oleh 14 remaja laki-laki, hanya sepenggal kisah dari 35 perempuan korban kekerasan seksual setiap hari di Indonesia, dan hanya satu fakta dari 135 anak korban kekerasan seksual setiap bulan di Indonesia. Kami mengutuk keras kekerasan pada anak dan perempuan, dan mendesak pemerintah untuk membekali anak sedini mungkin dengan pendidikan seksualitas dan kesehatan reproduksi komprehensif dalam kurikulum pendidikan nasional. Details