Artikel dan Opini

Lokakarya Kebijakan Berbasis Bukti dalam Pembangunan Remaja di Asia

Kontributor: Prameswari Puspa Dewi

2

Salah satu yang menjadi tolok ukur penting dalam pertemuan ini adalah bagaimana setiap peserta dari lintas pemerintah dan remaja menyadari pentingnya kebijakan berbasis bukti (evidence-based) untuk memaksimalkan cakupan remaja yang terdampak dari kebijakan. Bukan tidak mungkin keterbatasan data dan dana dalam riset membuat beberapa pihak merasa perlu potong kompas dan melewati tahap verifikasi data-data, sehingga kebijakan yang dibuat tidak menjawab permasalahan dan potensi remaja yang ada. Selain itu juga, inklusifitas termasuk aksesibilitas selalu menjadi kata-kata yang digaungkan dalam lokakarya ini. Pemerintah harus mendefiniskan ulang pengertian siapa remaja di negara masing-masing dengan melihat karakteristik remaja dengan memperhatikan keberagaman baik fisik, gender, identitas, aksesibilitas, dsb.

Details

Quotefancy-7456-3840x2160
9
May

Menakar Toleransi Dalam Edukasi

“If we desire a society of peace, then we cannot achieve such a society through violence. If we desire a society without discrimination, then we must not discriminate against anyone in the process of building this society. If we desire a society that is democratic, then democracy must become a means as well as an end.”
– Bayard Rustin
brainyquote.com

Nilai kebhinekaan adalah satu nilai yang diusung dalam Nawacita yang dicetuskan oleh presiden Jokowi, tepatnya dalam Nawacita ke-9, yaitu “memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan, memperkuat pendidikan kebhinekaan, dan menciptakan ruang-ruang dialog antarwarga.” Berdasarkan cita tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyusun program pendidikan kebhinekaan melalui pendidikan kewarganegaraan di sekolah dalam rencana strategis (Renstra) pada tahun 2015-2019.
Meski sudah ada kebijakan tentang memperkuat nilai-nilai toleransi terutama pada satuan pendidikan, tetapi pada kenyataan nya masih banyak nilai yang belum optimal. Oleh karena itu Pusat Penelitian dan Kajian Kemendikbud (Puslitjakdikbud) melakukan kajian untuk mengidentifikasi masalah intoleransi yang terjadi dalam konteks pendidikan agar pendidikan kebhinekaan lebih optimal. Kajian ini dilakukan secara kualitatif di Kabupaten Singkawang dan Salatiga di mana karakteristik masyarakat di daerah tersebut cukup beragam dari aspeki agama, etnis maupun budaya.
Hasil riset tersebut menunjukan bahwa siwa sekolah-sekolah punya kecenderungan untuk memiliih teman berdasarkan etnisnya karena didukung kebiasaan umum masyarakat didaerah sekitar, hal-hal tersebut akan memancing timbul nya intoleransi dalam pendidikan, sebagai contoh, mayoritas siswa tidak setuju ketika diketuai oleh siswa yang agama atapun etnis nya berbeda.

Pernyataan Henny Supolo dalam sebuah diskusi peringatan hari pendidikan nasional yang digelar di komnas HAM seperti yang diliput oleh kompas.com dan tribunnews.com bahwa isu intoleransi tersebut adalah imbas dari momentum pilkada dki jakarta, di sisi lain Nur Berlian mengungkapkan bahwa sekolah bisa menerapkan pendidikan kebinekaan dengan melakukan pembauran siswa dari berbagai latar belakang dalam berbagai kegiatan intra maupun ekstrakurikuler, organisasi, kepanitiaan, dan sebagainya. Sekolah juga diminta memberikan ruang atau wadah untuk mengaktualisasikan agama siswa dengan menyediakan tempat ibadah, acara peringatan hari besar agama, kegiatan ibadah bersama, membaca Alquran, persekutuan doa, retreat, dan sebagainya yang dilansir dalam student.cnnindoneisa.com

Ada peraturan dan kebijakan yang melindungi segenap rakyat khususnya dalam hal ini yang melindungi siswa dari diskriminasi, seperti yang ada di Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia (DUHAM) Pasal 2 “ setiap orang berhak atas hak dan kebebasan yang tercantum dalam deklarasi ini dengan tidak ada pengecualian “  pasal tersebut juga sudah di ratifikasi dalam pasal 28 UUD 1945, bahwa hak setiap orang telah dijamin, termasuk dalam pasal 28B ayat (2)

Sebagai warga negara kita juga harus berperan serta dalam menjaga toleransi dan kebhinekaan, seperti yang tercantum dalam uu no 40 tahun 2008 pasal 11 yang berbunyi  “Setiap warga negara berperan serta dalam upaya penyelenggaraan perlindungan dan pencegahan terhadap diskriminasi ras dan etnis”  dengan hal ini seharusnya kita sebagai warga negara paham betul apa itu kebhinekaan, agar tidak terjadinya intoleransi dalam bidang, ekonomi,agama,politik, maupun pendidikan,

 

 

 

 

Referensi:
http://nasional.kompas.com/read/2017/02/10/14332061/universitas.islam.internasional.indonesia.diharapkan.kurangi.intoleransi
http://student.cnnindonesia.com/edukasi/20170502103551-445-211517/menakar-kebinekaan-di-sekolah-kita/


Penghapusan Perkawinan Anak melalui Pendekatan Partisipasi Anak Muda

Penulis: Fika Febriana (Anggota ARI)

Udara dingin menusuk tulang  dan hamparan kebun teh yang indah adalah hal pertama yang akan ditemui saat pertama kali menginjakan kaki di Desa Neglawagi, Kabupaten Bandung. Keramahan serta kehangatan kemudian ditunjukan masyarakat desa saat menyambut tim dari Save The Children serta YNVAC (Youth  Network Violence Againce Children), yang terdiri dari Aliansi Remaja Independen (ARI), Kompak  Jakarta dan Action! #Breakthechains, Details


Menghapus Stigma Sejak di Sekolah

“Each is right from his own point of view, but it is not impossible that everyone is wrong; hence the need for tolerance. By cultivating in ourselves tolerance of other views, we acquire a truer understanding of our own”- Mahatma Gandhi

Eh, lo nggak usah kemayu dong. Kayak homo aja

Jadi laki tuh yang gentle dong, jangan disenggol sedikit nangis

Usia kamu sudah dewasa, kapan nikah?

Kalau ada laki-laki disini, kenapa harus nyuruh perempuan sih?

Jangan sering bergaul dengan cowok, nanti nggak enak dilihat tetangga, neng.

Details


Alasan Moratorium UN Harus dilakukan dan Kenapa Ditolak ?

Kontributor: Arif Voyager

Sebuah gebrakan dilakukan kembali oleh Mendikbud untuk menutup akhir tahun 2016 ini dengan mengajukan Moratorium Ujian Nasional kepada Presiden Jokowi. Walau sempat menunggu instruksi dari Presien, dimana beberapa waktu lalu moratorium sedang dibahas pada rapat kabinet, nyatanya Moratorium tersebut di tolak. Sebelum kita bahas kenapa moratorium sampai ditolak, berikut komentar netizen di Line Today yang mungkin bisa membuat kita se-indonesia tergugah. Details

muda-bicara
24
Sep

Muda Bicara Pendidikan Indonesia

Berikan aku sepuluh pemuda, maka akan aku guncangkan dunia—Soekarno

Anak muda merupakan agent of change yang akan berkontribusi bagi perkembangan negara. Jiwa semangat masih bergejolak dengan idealisme yang tak mudah goyah, merupakan modal penting untuk dioptimalisasikan. Bentuk gerakan yang menyatukan mereka bisa menjadi jalan menuju peradaban yang lebih baik, itulah tujuan gagasan yang dibentuk oleh Aliansi Remaja Independen melalui salah satu gerakan Muda Bicara Pendidikan. Details

love-shadow
24
Sep

Ada Apa Dengan Kondom?

Pada tanggal 14 September 2016, saya dikejutkan oleh salah satu headline berita di laman situs berita ternama di Indonesia, merdeka.co.id, yang bertuliskan “Malu beli kondom, sejoli ini pakai kantong kresek buat hubungan seks”. Ketika saya membaca lebih lanjut, tersurat bahwa kejadian tersebut melibatkan dua remaja yang berstatus mahasiswa di Vietnam. Kedua remaja tersebut memilih berhubungan seks untuk pertama kalinya dan berkesadaran untuk berhubungan seks dengan aman. Sayangnya kesadaran tersebut tertutup oleh rasa takut akan stigma dari masyarakat dan kurangnya informasi dan edukasi mengenai seksualitas. Tersirat betapa kuatnya stigma dan prejudice masyarakat hingga mempengaruhi mentalitas remaja untuk berfikir sehat. Realita tersebut membuat perasaan saya miris tetapi sekaligus mengingatkan saya akan kondisi di negeri tercinta, Indonesia. Details

bambang
6
Sep

Pengalaman Pertama Gue Bergabung di ARI

Hallo teman muda generasi penerus bangsa. Saya Bambang Abdul Aziz, siang ini saya akan bercerita mengenai Aliansi Remaja Independen atau biasa disingkat ARI. ARI apaan sih? Biasanya ini adalah pertanyaan mendasar dari setiap remaja Indonesia yang baru mendengar ARI. Oke saya jelaskan sepintas ya, ARI atau Aliansi Remaja Independen adalah organisasi remaja usia 10 – 24 tahun yang memiliki fokus dalam advokasi remaja bidang Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR), Pendidikan, dan Ketenagakerjaan. Details

arif-lsm-remaja-organisasi-anak muda-ngo-youth-young people-kesehatan-pendidikan-ketenagakerjaan-jakarta-makassar-kupang-mataram-indonesia
27
Jun

Mengimplementasikan Pendidikan Kesehatan Seksual dan Reproduksi yang Komprehensif

Apa itu Pendidikan Kesehatan Seksual dan Reproduksi?

Kadang-kadang, kita keliru dan percaya bahwa pendidikan seksualitas hanya merujuk pada perilaku seksual (misalnya, hubungan seksual), bukan terhadap pengoptimalan topik yang terdiri seksualitas itu sendiri. Topik dalam Bahasa itu diantaranya termasuk informasi dan kekhawatiran terhadap pantangan, citra tubuh, kontrasepsi, jenis kelamin, pertumbuhan dan perkembangan manusia, reproduksi manusia, kehamilan, hubungan, seks yang lebih aman (pencegahan infeksi menular seksual), sikap dan nilai-nilai seksual, anatomi seksual dan fisiologi, perilaku seksual, kesehatan seksual, orientasi seksual, dan kesenangan seksual. Details