Laporan Kegiatan
yhc-kesehatan-lsm-organisasi-anak muda-remaja-reproduksi-layanan-acara-taman menteng-jakarta
15
Dec

#YHC: Upaya Kami Mempromosikan Layanan Kesehatan

Indonesia sebagai salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia sedang menghadapi krisis kependudukan.

Dengan populasi orang muda usia 10 – 24 tahun mencapai lebih dari 64 juta jiwa atau sekitar 26,8% dari total penduduk Indonesia, orang muda Indonesia belum mendapatkan akses layanan kesehatan khususnya kesehatan reproduksi dan seksual yang memadai.

Atas dasar itulah, pada tanggal 12 Desember 2015, bertempat di Taman Menteng Jakarta, kami menyelenggarakan acara Youth Health Celebration yang mempromosikan akses layanan kesehatan ramah remaja. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mendukung program Pemerintah mengadakan dan menyediakan akses layanan kesehatan ramah remaja. Layanan kesehatan gratis disediakan oleh pelayanan Pemerintah dan klinik swasta,  untuk orang muda yang datang.

yhc-kesehatan-lsm-organisasi-reproduksi-anak muda-remaja-acara-taman menteng-jakarta

Penampilan Dance4Life dari Centra Mitra Muda PKBI DKI Jakarta

bantar gebang-acara-anak muda-remaja-lsm-organisasi-kesehatan-taman menteng-jakarta

Penampilan Perkusi Remaja Bantar Gebang

“Menurut Kementerian Kesehatan bulan Maret 2015, lebih dari 23.000 orang muda usia 15-29 tahun telah terinfeksi AIDS di Indonesia. Ini berarti penyebaran HIV telah terjadi sangat dini, bahkan sebelum remaja berumur 15 tahun,” ujar Puspa selaku Manajer Program.

“Selain itu, berdasarkan data dari Komisi Nasional Perempuan tahun 2014, kekerasan dalam pacaran menempati posisi kedua yaitu sekitar 21% setelah kekerasan terhadap istri.”

Lebih lanjut, Puspa menjelaskan, “Layanan kesehatan ramah remaja merupakan salah satu solusi yang dapat diterapkan agar orang muda mau mengakses layanan kesehatan. Tujuannya adalah sedari dini orang muda mengetahui status kesehatannya dan memiliki perilaku hidup yang sehat. Selain itu, layanan kesehatan ramah remaja diharapkan dapat lebih sensitif terhadap korban kekerasan yang mengakses layanan, sehingga layanan kesehatan juga bisa merespon orang muda yang mengalami kekerasan. Caranya layanan kesehatan bisa bekerja sama dengan polisi ataupun Women Crisis Center.

Sepanjang acara, kami menyediakan stand-stand yang diisi oleh organisasi, makanan, minuman, serta penyedia layanan kesehatan seperti ProCare Clinic Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia DKI Jakarta dan Puskesmas Menteng Jakarta Pusat. “Dengan adanya akses layanan kesehatan bagi remaja, diharapkan dapat mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan, serta mencegah kekerasan yang sama terulang kembali,” tambah Puspa.

Berbagai macam stand meramaikan Youth Health Celebration

Berbagai macam stand meramaikan Youth Health Celebration

“ARI adalah salah satu organisasi orang muda yang bergerak di advokasi isu hak kesehatan seksual dan reproduksi. Kami percaya bahwa orang muda perlu mendapatkan pemenuhan status kesehatan yang optimal,” Triani, sebagai Ketua Penyelenggara Youth Health Celebration, mengutarakan maksud pelaksanaan kegiatan ini.

“Karena itu, jika orang muda ingin mendapatkan informasi yang akurat mengenai permasalahan kesehatan yang dihadapinya, layanan kesehatan ramah remaja bisa menjadi solusinya. Ramah itu berarti tidak ada diskriminasi, tidak ada stigma, menjaga kerahasiaan remaja, dan harganya pun terjangkau.”

Sukses mendatangkan 900 orang pengunjung, Youth Health Celebration dimulai dengan diskusi film mengenai penelitian ARI di sejumlah kota terkait dampak buruk perkawinan usia anak. Acara dilanjutkan dengan penampilan perkusi dari remaja Bantar Gebang, serta penampilan flashmob dari Dance4Life.

yhc-kesehatan-lsm-organisasi-reproduksi-seksualitas-anak muda-remaja-acara-taman menteng-jakarta

Movie Discussion tentang Dampak Buruk Perkawinan Usia Anak

 

Faiqoh, Koordinator Nasional Aliansi Remaja Independen

Faiqoh, Koordinator Nasional Aliansi Remaja Independen

Untuk memberikan remaja gambaran mengenai apa yang dimaksud sebagai layanan kesehatan ramah remaja, kami menayangkan serangkaian video yang berisi pemaparan data risiko kesehatan remaja, ciri-ciri layanan kesehatan ramah remaja, dan himbauan untuk mengakses layanan kesehatan. Rangkaian video ini menampilkan Ezra Mandira yang merupakan personil band HiVi!, Anggis Dinda yang merupakan Gadis Sampul tahun 2012, dan sejumlah perwakilan remaja Jakarta serta luar Jakarta.

is-payung teduh-acara-anak muda-remaja-lsm-organisasi-kesehatan-taman menteng-jakarta

Penampilan Mas Is

 

senar senja-acara-anak muda-remaja-lsm-organisasi-kesehatan-taman menteng-jakarta

Penampilan Senar Senja

 

pandai besi-acara-anak muda-remaja-lsm-organisasi-kesehatan-taman menteng-jakarta

Penampilan Pandai Besi

 

barasuara-acara-anak muda-remaja-lsm-organisasi-kesehatan-taman menteng-jakarta

Penampilan Barasuara

 

Pada malam hari, pengunjung disuguhi penampilan musik dari Is, Senar Senja, Pandai Besi, dan Barasuara. Selain menampilkan hiburan, kegiatan ini turut pula menghadirkan dr. Erna Mulati, M.Sc CM-FM selaku perwakilan Direktorat Bina Anak Kementerian Kesehatan RI, dan Dr. S. Hari Yogya, S.H. M.Si, Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Youth Statement dari perwakilan Aliansi Remaja Independen

Youth Statement dari perwakilan Aliansi Remaja Independen

 

dr. Erna Mulati, MSc, CM-FM, dari Kemenkes RI memberi sambutan

dr. Erna Mulati, MSc, CM-FM, dari Kemenkes RI memberi sambutan

 

Dr. S. Hari Yogya, S.H. M.Si, dari PemProv DKI Jakarta, memberikan sambutan

Dr. S. Hari Yogya, S.H. M.Si, dari PemProv DKI Jakarta, memberikan sambutan

 

yhc-kesehatan-lsm-organisasi-anak muda-remaja-acara-taman menteng-jakarta

Bersemangat membagi energi positif bagi teman-teman yang datang!

Foto-foto dokumentasi #YHC bisa kamu cek di sini.

Terima kasih kepada semua #TemanMuda yang telah hadir meramaikan penyelenggaraan Youth Health Celebration. Ingat, ya, Keep Calm And Stay Healthy!

 

arifest-lsm-remaja-organisasi-anak muda-kesehatan-seksualitas-reproduksi-taman tebet-acara-hak anak muda-muda-jakarta
9
Nov

ARIFest

Pada tanggal 7 November 2015, seperti yang telah kami infokan di berbagai media sosial ARI, ARI Nasional menyelenggarakan ARIFest yang bertempat di Taman Tebet, Jakarta Selatan. Acara ini berisi pemutaran film, aksi cap tangan untuk mendukung gerakan #StopKekerasanSeksual, dan garage sale dalam rangka penggalangan dana untuk kegiatan mempromosikan layanan kesehatan ramah remaja yang rencananya akan diselenggarakan pada bulan Desember 2015 di Jakarta.

Gerakan #StopKekerasanSeksual bertujuan untuk memperkenalkan isu ini sebagai salah satu isu yang menjadi fokus utama ARI, di mana selama ini ARI bergerak dalam advokasi pada isu-isu yang berkaitan dengan remaja.

Namun, saat sore menjelang, hujan turun dengan derasnya di lokasi acara. Sehingga, acara yang telah siap dimulai terpaksa kami hentikan.

Kami berterima kasih kepada para donatur yang telah berkontribusi untuk acara kami, teman-teman remaja yang membantu penggalangan dana kami untuk acara ini, para jurnalis media yang ingin meliput, serta tentunya teman-teman yang tertarik untuk datang.

Keluarga besar ARI mohon maaf atas situasi yang berada di luar kendali kami. Semoga kami dapat tetap menjalin hubungan baik dengan teman-teman dan bertemu di acara kami selanjutnya!

arifest-lsm-remaja-organisasi-anak muda-kesehatan-seksualitas-acara-taman tebet-reproduksi-hak anak muda-muda-jakarta

Tetap ceria walau hujan!

lsm-remaja-organisasi-advokasi-anak muda-muda-peer educator-pendidik sebaya-pemberdayaan-komunitas-ngo-kesehatan-seksualitas-reproduksi-hak-hak anak muda-youth-young people-makassar
6
Nov

PEER EDUCATOR TRAINING ARI MAKASSAR “LEADING TO EMPOWERING AND ADVOCACY”

Pada tanggal 10-11 Oktober 2015 Aliansi Remaja Independen Makassar bersama Asoka Indonesia melaksanakan Peer Educator Training dengan teman “Leading to Empowering and Advocacy” bertempat di ruang pola Kantor BKKBN Prov. SulSel. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari yang diikuti oleh 23 peserta dan undangan yang berasal dari berbagai komunitas / institusi yang ada di Makassar.

Pada hari pertama peserta diberikan materi tentang HIV & AIDS oleh kak Rahman selaku Direktur YPKDS (Yayasan Peduli Kesehatan Dukungan Sebaya) yang merupakan organisasi dengan isu membantu ODHA untuk peduli terhadap kesehatannya. Pada sesi materi ini, peserta terlihat sangat antusias mendengarkan materi. Kak Rahman juga menjelaskan tentang  apa yang dapat lakukan dalam melawan HIV jika kita sebagai seorang ODHA.
Pada sesi selanjutnya, para peserta mengikuti RolePlay tentang HIV & AIDS yang di pandu oleh kak Uswa dari Staff Aliansi Remaja Independen Makassar. Dalam roleplay kali ini peserta diminta untuk mennganalisa masalah apa yang bisa terjadi jika seseorang menjadi ODHA. Setelah semua peserta memberikan pendapatnya , kini mereka harus memeberikan solusi apa saja yang bisa di ambil dalam membantu ODHA mencapai hak-haknya.

\
Peserta sedang bermain analsisa kasus HIV & AIDS

Sesi selanjutnya adalah materi dari bunda Ceke tentang KESPRO dan Skill Konseling dari BKKBN Pro. SulSel. Pada kesempatan kali ini Bundan membmerikan pemahaman kepada peserta pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan bagaimana cara menjaganya serta apa KESPRO itu. Bunda juga menjelaskan bagaimana Pernikahan dini bisa terjadi dan kenapa harus ada Pendewasaan Usia Perkawinan. Bunda Ceke berpesesan bahwa semua yang ada di diri kita berharga dan patut kita syukuri. Hari pertama berakhir dengan sesi bunda Ceke.

HARI KEDUA

Pada hari kedua kegiatan Peer Educator ini dimulai jam 9 pagi dengan menerapkan Ground Rules yang telah di sepakati sebelumnya. Alhasil, kurang lebih 10 Peserta dan panitia mendapatkan hukuman yang mereka buat sendiri. Hari kedua ini dikemas lebih santai karena hanya ada 1 materi dan sesi diskusi bersama peserta.
Peer Educator Training pun dimulai dengan menjalankan hukuman yang didapat oleh peserta dan panitia. Peserta tertawa dan bahagia dengan dijalankannya hukuman ini (Hahahaha).
Sesi pertama pun dimulai dengan mengevaluasi peserta tentang apa yang telah ia dapatkan kemarin dengan metode Quiz. Peserta dibagi menjadi dua kelompok untuk mencocokan beberapa kartu yang telah disediakan. Semua peserta tampak antusias mengikuti evaluasi ini.
Evaluasi pun selesai dan waktunya materi terakhis tentang NAPZA yag dibawakan oleh kak Sam (Duta Mahasiswa Genre 2015) dari BKKBN SulSel. Sesi ini bersifat diskusi dan sharing pemahaman peserta tentang NAPZA. Dalam sesi ini ada seorang peserta yang bertanya tentang Ganja yang tumbuh subur di Aceh, “Karena ganja tumbuh subur di Aceh, Saya pernah membaca artikel ganja dijadikan makanan orang-orang aceh. Apakah itu salah satu penyalahgunaan NAPZA ?” . Kak Sam dan para peserta lain menerangkan bahwa selama ini, Ganja digunakan sebagai bahan tambahan dalam makanan selama ini kadarnya diminimalkan. Selama sesi ini peserta sangat aktif berdiskusi dan bertanya tentang NAPZA. Setelah materi NAPZA, peserta pun di ajak menganalisa kasus NAPZA yang ada di kota Makassar. Peserta menganalisa akar masalah ini, mengapa bisa terjadi sampai memberikan solusi.
Peserta dibagi menjadi 4 kelompok dan mulai melakukan analisa 1 kasus NAPZA yang sama. Setelah kasus dianalisa peserta mempresentasikan analisa mereka.
Setelah menganalisa kasus, kini waktunya Rapat Jaringan. Rapat jaringan ini bermaksud untuk membentuk koalisi dengan peserta dan menjadi Peer Educator. Dalam sesi ini peserta dipandu oleh kak Salma dan Kak Uswa yang menjelaskan kenapa berjejaring dan manfaat berjejaring. Peserta kelihatan sangat antusias untuk membuat koalisi bersama dengan isu yang dibawakan di Peer Educator Training ini. Di akhir sesi kegiatan ini adalah pembagian sertifikat dan foto bersama peserta.

 

lsm-remaja-organisasi-nasional-pertemuan-hiv-aids-anak muda-forum-muda-kpan-kpap-workshop-pelatihan-advokasi-seksualitas-reproduksi-seksual-hak-kesehatan-skill-building-youth-young people-kupang-mataram-pati-unicef-jakarta-pkbi-bkkbn-makassar
5
Nov

Pertemuan Nasional AIDS V, Makassar

Pada 25-29 Oktober 2015, ARI berpartisipasi dalam Pertemuan Nasional (Pernas) AIDS V yang diselenggarakan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Nasional di Hotel Sahid Jaya, Makassar. Pada acara yang berlangsung setiap 5 tahun ini, ARI bersama organisasi-organisasi anak muda lainnya tergabung dalam kepengurusan Forum Orang Muda yang dinamakan Komite Muda. Selain Forum Orang Muda, dalam pertemuan ini terdapat pula Forum Pekerja Seks, Forum Perempuan dan Gender, Forum ODHA, Forum Pengguna Napza, dan Forum GWL.

Acara yang sudah mencapai tahun kelimanya ini terdiri dari Forum Pra Pernas pada tanggal 25-26 Oktober, dilanjutkan dengan Pernas pada 27-29 Oktober. Pada Forum Pra Pernas, Forum Orang Muda membicarakan mengenai situasi dan respon penanggulangan AIDS, pendidikan HIV, layanan HIV, dan partisipasi remaja dalam penanggulangan AIDS. Forum ini menghasilkan beberapa rekomendasi orang muda, salah satunya adalah perlunya ketersediaan data terpilah yang disertai analisis mendalam berdasarkan usia dan gender dari semua data terkait HIV dari Kementerian, Lembaga, dan Komunitas.

Setelah digabung dengan rekomendasi dari forum-forum lain, maka Forum Komunitas menghasilkan 22 poin rekomendasi yang dibacakan pada acara pembukaan Pernas AIDS di tanggal 27 Oktober.

Pada Pernas di tanggal 27-29 Oktober, Komite Muda bekerja sama dengan UNESCO, UNICEF, Lolipop, dan Fokus Muda, menyelenggarakan 2 Satelite Meeting dan 2 Symposium yang membahas mengenai hal-hal berkaitan dengan remaja dan HIV. Selain itu, terdapat pula Skill Building Workshop mengenai Aku Bangga Aku Tahu (ABAT) oleh Promkes serta Kepemimpinan dan Partisipasi Bermakna Remaja dalam Penanggulangan AIDS oleh ARI, PKBI, dan BKKBN.

Baik dari ARI Nasional, ARI Pati, ARI Mataram, ARI Kupang, dan ARI Makassar, hadir pada pertemuan ini. Hasil lengkap pertemuan nasional ini dapat kamu akses di pernasaids5.org. Dokumentasi Pernas AIDS V dapat kamu akses di album ini.

 

 

lsm-remaja-organisasi-kekerasan seksual-seksualitas-dpr ri-diskusi publik-anak muda-perempuan-hanura-kppri-kppa-undang-undang-penghapusan kekerasan seksual-pencegahan-penanganan
15
Oct

Audiensi Urgensi RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Diprioritaskan dalam Prolegnas Tahun 2016-2019

Pada hari Selasa, tanggal 13 Oktober 2015, ARI turut serta dalam audiensi urgensi Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) dipriotaskan dalam Prolegnas tahun 2016-2019 di Gedung DPR RI. RUU PKS dibuat oleh Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) bersama dengan Forum Pengada Layanan (FPL). Audiensi diawali dengan berkumpulnya sejumlah lembaga di kantor Komnas Perempuan untuk membentuk strategi audiensi. Pada pukul 12.00 WIB, lembaga-lembaga tersebut termasuk ARI berangkat menuju Gedung DPR RI.

            Di Gedung DPR RI, lembaga-lembaga dibagi menjadi dua kelompok audiensi, yaitu ke Fraksi Hanura dan Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPPRI). Di Fraksi Hanura, kami bertemu dengan Pak Darus (Sekretaris Fraksi Hanura), Pak Joni Indrawan (Komisi 9), dan Pak Haji Lalu Gede (Komisi 8). Pada pertemuan tersebut, pihak Komnas Perempuan dan Forum Pengada Layanan menyampaikan maksud kedatangan, yaitu untuk beraudiensi mengenai pentingnya RUU PKS diprioritaskan dalam Prolegnas tahun 2016-2019 beserta sejumlah alasan dan data yang mendasari urgensi RUU PKS tersebut. Dari pihak ARI sendiri, kami memaparkan dua poin penting dari perspektif remaja, yaitu pentingnya pendidikan seksualitas yang komprehensif sebagai cara yang dapat dilakukan dalam mencegah kekerasan seksual dan layanan kesehatan ramah remaja sebagai penanganan kekerasan seksual serta tempat penyembuhan bagi korban.

            Pada waktu yang bersamaan, diselenggarakan Diskusi Publik “Memperjuangkan Kebutuhan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual untuk Melindungi Hak Korban” dengan pembicara dari pihak KPPRI, KPPPA, Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM) dan Badan Legislasi (Baleg) di ruang rapat Fraksi Golkar, dengan moderator Ibu Masruhah (Komisioner Komnas Perempuan).

            Hasil dari pertemuan-pertemuan tersebut adalah Fraksi Hanura menjadi fraksi ketiga setelah Fraksi PDI-P dan Fraksi NasDem yang menyetujui untuk ikut memperjuangkan RUU PKS masuk ke dalam prioritas Prolegnas tahun 2016-2019, begitu juga dengan KPPRI,  KPPPA, LRC-KJHAM, dan Baleg. Pada pukul 19.30 WIB, Komnas Perempuan dan FPL beraudiensi dengan Komisi 3 DPR RI, dan akan dilanjutkan dengan beraudiensi dengan Komisi 8 pada tanggal 15 Oktober 2015.


hari-anak-nasional-bundaran hi-car free day-jakarta
13
Aug

Proklamasi Anak Indonesia

Pada tanggal 2 Agustus 2015, bertempat di kawasan Car Free Day Bundaran Hotel Indonesia,

@ProklamasiAnak mengadakan acara Proklamasi Anak Indonesia sebagai Peringatan Hari Anak Nasional 2015.

Acara ini didukung oleh lebih dari 20 lembaga peduli anak dan komunitas.

Acara ini merupakan bentuk dukungan dari semua pihak untuk melindungi anak Indonesia.

Anak Indonesia layak mendapatkan dukungan dan kepedulian untuk mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan minat dan bakat, mendapatkan pendidikan dan layanan kesehatan untuk mencapai kesehatan yang optimal, dan mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bidang dan kapasitasnya.

#PeduliAnak #StopPerkawinanAnak #ProklamasiAnak

Berikut keseruannya!

remaja-bundaran hi-kampanye-anak muda-jakarta

remaja-bundaran hi-kampanye-anak muda-cfd-jakarta

remaja-bundaran hi-kampanye-anak muda-cfd-han-jakarta remaja-bundaran hi-kampanye-anak muda-cfd-han-hi-panggung-jakarta remaja-bundaran hi-kampanye-anak muda-cfd-han-hi-jakarta

seksualitas-remaja-android-teknologi-erasmus-huis-jakarta
8
Aug

Workshop Penggunaan E-Course Website Sobat ASK

Tim Sobat ASK awalnya terdiri dari remaja dari 5 provinsi di Indonesia, namun saat ini Sobat ASK berusaha melibatkan lebih banyak lagi remaja.

Senin, 3 Agustus 2015, bertempat di Puri Denpasar Hotel, Kuningan, Jakarta, Sobat ASK mengadakan workshop sebelum peluncuran aplikasi Android dan E-course Sobat ASK dengan mengundang remaja dari 16 organisasi untuk menyusun strategi penjangkauan agar lebih banyak lagi remaja yang memiliki akses ke pendidikan seksualitas.

Penasaran dengan Sobat ASK dan E-Course-nya? Langsung aja klik sobatask.net!

Berikut keseruannya!

Para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk sama-sama membuka website Sobat ASK dan memberikan pendapat

Para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk sama-sama membuka website Sobat ASK dan memberikan pendapat

 

seksualitas-remaja-android-teknologi-aplikasi-rapat-erasmus-huis-jakarta

Salah satu peserta sedang memberikan masukan

 

seksualitas-remaja-android-teknologi-aplikasi-apps-erasmus-huis-jakarta

Para peserta menyimak paparan mengenai perjalanan Program ASK oleh Mas Hari dari Rutgers WPF Indonesia.

 

seksualitas-remaja-android-teknologi-anak muda-erasmus-huis-jakarta

Para peserta menyimak kesimpulan dari sesi pertama dari workshop

 

edukasi-seksualitas-remaja-android-teknologi-erasmus-huis-jakarta

Mas Hari dari Rutgers WPF Indonesia

pelatihan-nasional-remaja-LSM-jakarta-partisipasiremaja-aliansiremajaindependen
19
Jun

Pelatihan Nasional ARI 2015

Tanggal 6 – 10 Juni 2015 kemarin, ARI Nasional dan Daerah bersama dengan CHOICE  melaksanakan Pelatihan Nasional di Pop Hotel Tebet, Jakarta Selatan. 
Di sana, kami bersama-sama belajar advokasi dan pengembangan organisasi. 
Pelatihan yang serius (tapi santai) ini pun bisa dilaksanakan dengan ceria dan penuh semangat, lho!

Keseruan pelatihan ini bisa kamu cek di sini:

https://www.facebook.com/media/set/?set=a.430879490290461.104341.209806212397791&type=1&l=0530939716

Sampai ketemu di Pelatihan Nasional tahun depan!

lsm-remaja-organisasi-seksualitas-reproduksi-hak-advokasi-kesehatan-pendidikan-srhr-hksr-ngo-anak muda-jakarta
12
Jun

Pelatihan Volunteer ARI 2015

Pada tanggal 3 – 5 Juni 2015 kemarin, bertempat di Pop Hotel Tebet, kami melaksanakan Pelatihan Relawan ARI yang dihadiri oleh pembina, pengurus, anggota, relawan ARI, serta kawan-kawan dari Bantar Gebang. 

Para relawan yang bergabung sejak Oktober 2014 ini telah resmi menjadi anggota ARI dalam pelatihan ini.

Selamat datang, anggota keluarga ARI yang paling anyar!
Mari bersemangat dan bersinergi untuk menyuarakan hak-hak remaja!
Apakah #TemanMuda mau menjadi bagian dari keluarga ARI selanjutnya?
 Mau tahu kayak apa keseruannya?
Cek yuk ke sini!

 

sidang-perkawinan anak-lsm-remaja-organisasi-seksualitas-reproduksi-hak-advokasi-kesehatan-pendidikan-srhr-hksr-ngo-anak muda-jakarta
19
Dec

Sidang JR UU Perkawinan – Pernyataan ARI

JAKARTA – Kamis (18/12/14), Aliansi Remaja Independen (ARI) bersama koalisi 18+ berkesempatan untuk menyampaikan keterangan dalam sidang JR UU Perkawinan tahun 1974 pasal 7 ayat (1), sepanjang mengenai frasa “16 (enam belas) tahun” usia minimal menikah untuk perempuan di Mahkamah Konstitusi, Jakarta. Dalam kesempatan itu ARI diwakili oleh Bestha Inastsan membacakan sebuah keterangan di depan para hakim. Terdapat beberapa hal yang disampaikan ARI dalam keterangan tersebut di antaranya dampak-dampak pernikahan usia anak dari segi pendidikan, kesehatan, psikologis, dan data kasus mengenai pernikahan anak.

Berikut adalah dokumen lengkap pernyataan ARI dalam sidang JR UU Perkawinan, Kamis (18/12/14):

Ringkasan Pernyataan ARI dlm Sidang JR UU Perkawinan