Frequently Asked Questions

ARI bergerak dalam bidang apa saja?

ARI bergerak di isu kesehatan (Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi), akses pendidikan, dan pekerjaan, dengan dampak terburuk bagi remaja. ARI di nasional bergerak pada ranah-ranah advokasi kebijakan dan program Pemerintah di mana ARI bermitra bersama Pemerintah, LSM, lembaga PBB, dan lembaga internasional lainnya agar Indonesia mempunyai kebijakan dan program yang sesuai dengan kebutuhan remaja.

Mengapa fokus di bidang tersebut?

Kami merasa ketiga isu tersebut adalah isu yang paling dasar dan sangat bersentuhan dengan remaja. Dalam hal kesehatan mencakup Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi di mana seksualitas masih dianggap tabu di kalangan masyarakat di Indonesia, hal ini menyebabkan rendahnya tingkat pengetahuan HIV komprehensif, tingginya kasus pelecehan dan kekerasan seksual pada anak dan remaja, kehamilan yang tidak diinginkan hingga kasus aborsi yang tidak aman pada remaja perempuan.

Untuk masalah pendidikan, meskipun Indonesia sudah mempunyai program wajib belajar hingga 9 tahun, faktanya masih banyak remaja yang putus sekolah atau pun dikeluarkan dengan berbagai alasan seperti menjadi korban NAPZA, hamil, bullying, dan sebagainya. Selanjutnya, dalam masalah pekerjaan, remaja rentan terjebak ke dalam pekerjaan dengan dampak terburuk bagi kesehatan, keamanan, hingga keselamatan jiwanya.

Saat ini berapa jumlah anggota dan pengurusnya?

ARI Nasional memiliki 10 pengurus inti dan 20 anggota, sedangkan masing-masing ARI Daerah (Kupang, Mataram, Makassar dan Pati) berjumlah sekitar 15 sampai 20 orang

Apa syarat menjadi anggota ARI?

Syaratnya berusia 10-24 tahun saat mendaftar dan berhasil melalui tahap wawancara. Selain itu, ARI juga mengundang beberapa mitra yang mempunyai isu yang sama untuk menjadi relawan di ARI. Setelah menjadi relawan selama 6 bulan, maka relawan ARI bisa menjadi anggota termasuk pengurus. Selain melalui jalur seleksi, keanggotaan ARI juga bisa melalui undangan yang diberikan khusus kepada seseorang berdasarkan pertimbangan dari Dewan Pengurus.

Jika pengurus ARI sudah berusia 27 tahun, maka secara otomatis dia akan keluar dari kepengurusan dan menjadi bagian dari Dewan Peduli Remaja.

Apakah ada sistem relawan (non-anggota)? Biasanya untuk kegiatan seperti apa?

Basisnya, semua kegiatan ARI bersifat kerelawanan termasuk penasihat dan pengawas ARI. Namun kerelawanan ini dilakukan dengan komitmen penuh untuk berkontribusi dalam organisasi.

Kalau ada kegiatan, bagaimana cara teman-teman mempromosikannya?

Kegiatan biasanya dipromosikan melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, website, teman ke teman, dan kerjasama dengan stasiun radio. ARI memiliki basis media sosial yang cukup kuat dengan memanfaatkan media sosial populer yang banyak diakses anak muda di Indonesia, akun media sosial ARI dapat diakses di www.twitter.com/AliansiRemaja dan http://www.facebook.com/aliansiremajaindependen .

Apa saja tantangan yang dihadapi teman-teman ARI? Susah enggak sih mengajak anak muda dalam organisasi seperti ARI?

Mulai dari tantangan budaya, kebijakan, hingga tantangan internal seperti kesibukan yang dimiliki oleh relawan ARI.

Sebenarnya banyak sekali anak muda yang tertarik untuk terlibat dalam organisasi atau kegiatan sosial. Namun, kami menyadari bahwa informasi mengenai kegiatan seperti ini masih kurang di kalangan anak muda pada umumnya.

Selain itu, budaya kerja di ARI menuntut anak muda untuk bisa belajar profesional karena mitra kerja ARI yang kebanyakan adalah Pemerintah, LSM, PBB, hingga donor internasional, sehingga hal ini bisa berdampak kepada pengaturan waktu kuliah, pacaran, ngeband, sekolah, kerja, dan kegiatan lainnya jika kurang pandai dalam mengatur waktu.